7 Kesalahan Fatal Pemilik Kucing Pemula

7 Kesalahan Fatal Pemilik Kucing Pemula
Autor: admin www.klikpetshop.com
Dewasa ini pecinta hewan semakin bertumbuh sangat cepat, hal ini dapat dilihat dari banyaknya komunitas-komunitas pecinta hewan di Indonesia, Selain komunitas pecinta Anjing, Reptil, Burung dsb., yang tak kalah banyak adalah pecinta kucing.
well, but there is so many cat owner, memelihara kucing hanya untuk kesenangan pemiliknya. Yes, Just For Fun. Tak jarang, mereka membeli kucing di petshop atau pasar hewan karena mereka ingin memilikinya namun sayangnya mereka belum teredukasi bagaimana cara merawat yang baik dan benar.
Tak jarang, mereka tidak tahu apa yang seharusnya dilakukakn saat kucingnya mengalami nafsu makan menurun, lemas dan sakit.
Berikut ini tim klikpetshop menjabarkan 7 kesalahan fatal yang sering dilakukan pemilik kucing pemula:


1. Memberikan Pakan Seadanya
Yap, ini sering sekali dilakukan oleh pemilik kucing yang baru pertama kali mememlihara kucing. Awalnya memang si kucing di berikan catfood yang tersedia dipasaran namun saat stok makanan habis, mungkin karena pemilik sedang sibuk sehingga tidak ada waktu untuk membeli pakan, akhirnya si kucing diberikan makanan seadanya, bahkan tak jarang diberikan nasi.
Di satu sisi, jika pemilik kucing juga memelihara Anjing, tak jarang juga saat stok pakan kucing habis akhirnya diberikan pakan Anjing. Hal ini sangat tidak dianjurkan apalagi untuk kucing yang memiliki pencernaan sensitif karena dapat menimbulkan diare/mencret, selain itu kandungan pakan yang diberikan juga tidak sama antara anjing dan kucing.


2. Memberikan Obat Manusia
Saat kucing menunjukan gejala sakit, tentu sebagai pemilik pemula kita akan khawatir dan cemas, tak jarang kita memberikan obat apa saja yang ada di kotak p3k manusia untuk kucing. Sayangnya, tidak semua obat manusia cocok untuk kucing. Bisa kita ambil contoh paracetamol, mungkni saat kucing kita menunjukkan gejala demam kita langsung memberikannya paracetamol untuk menurunkan panas seperti halnya yang diberikan pada manusia.
Namun sayangnya pemberian paracetamol sangat toksik pada kucing dan bahkan bisa menyebabkan kematian apalagi jika kondisi kucing sudah sangat lemah. Oleh karena itu, segera konsultasikan keluhan penyakit anda pada dokter hewan terdekat.


3. Hanya memberikan dry food untuk pakan kucing
Pakan kucing dry food memang tidak masalah jika diberikan tapi tidak rutin setiap hari dan harus di campur dengan pakan basah. Pemberian pakan dry food secara terus menerus akan menjadi pemicu utama kencing batu pada kucing. Kucing akan mengalami kesulitan mengeluarkan urin dan bahkan terlihat sebercak darah di urinenya. Hal ini karena pemberian pakan kering terus menerus tanpa dicampur pakan basah ditambah lagi kurang memberikan air minum.


4. Membiarkan kucing semakin gendut
it's okay, jika kita ingin melihat si kucing selalu sehat setiap saat, tapi kesalahan yang sering terjadi adalah adanya mindset bahwa sehat identik dengan gemuk. Ini adalah kesalahan fatal, disini tim kesehatan www.klikpetshop.com tegaskan bahwa tidak benar gemuk itu selalu sehat. Memang jika kita melihat kucing gemuk akan terlihat menggemaskan sehingga para pemilik memberikan pakan berlebih setiap hari, nyatanya memberikan pakan berlebihan setiap hari akan menyebabkan si kucing obesitas yang dapat memicu berbagai macam penyakit bahkan kematian.
Disarankan sebagai pemilik pemula untuk memberikan jadwal pakan setiap hari dan jangan lupa untuk mengajak kucing excercise agar terhidar dari resiko penyakit akibat obesitas.


5. Tidak Perlu di Vaksin
Hal yang sering di lakukan pemilik kucing pemula adalah enggan membawa ke dokter hewan untuk dilakukan vaksinasi terutama pada kucing domestik, padahal vaksin merupakan kunci awal pencegahan masuknya penyakit.


6. Tidak Rutin Membawa Ke dokter Hewan
Membawa ke dokter hewan untuk medical check up merupakan tindakan yang penting untuk mengetahui kondisi kesehatan si kucing, selain itu kita juga bisa berkonsultasi dengan dokter hewan untuk mengetahui apa saja asupan dan kebutuhan yang diperlukan.


7. Membiarkan kucing berkeliaran di luar rumah
Membiarkan kucing di luar lingkungan rumah memang tidak apa-apa jika didampingi oleh pemiliknya. Banyak sekali kejadian-kejadian yang mungkin dialami kucing di luar rumah tanpa pengawasan pemiliknya. Sering kali kasus yang terjadi adalah kucing tertabrak mobil, berkelahi dengan hewan lain, diracun oleh orang yang tidak suka dengan kucing dan masih banyak kejadian lainnya.
Oke, itu tadi merupakan 7 kesalahan yang sering dilakukan pemilik kucing pemula. Bagi anda yang ingin memelihara kucing, ada baiknya Anda menghindari 7 kesalahan fatal tersebut agar kita bisa benar-benar  menjaga kucing yang dititipkan Tuhan kepada kita dengan sebaik-baiknya.
oleh: admin www.klikpetshop.com

Mengapa Indukan Burung Tidak Mau Mengerami Telur?

Proses penjodohan burung memang tidak terlalu sulit bagi mereka peternak yang sudah dikatakan master namun bagi breeder pemula memang harus lebih bersabar. Kuncinya adalah sabar dan telaten dalam merawat burung.

Setelah proses penjodohan selesai burung akan bertelur 1 hingga 5 butir bahkan bisa lebih tergantung besar indukan, nutrisi yang diberikan serta kesehatan reproduksinya.
Saat proses pegeluaran telur selesai seharusnya indukan mengerami telurnya namun adakalanya indukan tidak mau mengeram telurnya, hal ini dapat disebabkan oleh beberap hal.


Berikut ini kami jelaskan beberapa penyebab indukan tidak mau mengerami:
- Indukan muda (baru bertelur sekali)
Apabila indukan baru bertelur pertama kali memang perlu latihan untuk mengerami telur (butuh waktu) dibandingkan mereka yang sudah pernah bertelur.
- Kekurangan Nutrisi
Perlu dicatat saat indukan dalam proses mengerami telur harus disediakan ekstra pakan selain biji-bjian. Ekstra pakan ini bisa berupa sayuran dan buah yang variatif, telur puyuh dan multivitamin secukupnya karena apabila kecukupan nutrisi kurang, indukan lebih suka meninggalkan sarangnya.
- Suasana kurang nyaman
Bising kendaraan, adanya hewan seperti tikus cicak semut juga menjadi salah satu faktor burung tidak mengeram ditambah pemilik yang selalu menengok ke sarang membuat burung strees dan akhirnya enggan mengeram.
- Tergantung sifat dan perilaku induk betina itu sendiri
Nah ini yang menjadi perhatian khusus yaitu masalah "mood" indukan betina. Ada indukan betina yang tidak mau mengeram ketika dipisah dengan jantan namun ada yang tidak mau mengeram juga jika dicampur. Hal ini tentu tergantung dari kebiasaan perilaku si betina, perilaku ini bisa kita amati pada saat pengeraman telur untuk yang pertama kali.
- Sarang Kurang Nyaman
Faktor penentu lainnya adalah keadaan sarang yang kurang nyama atau masih kaku, biasanya jika kita menggunakan bahan sarang dari serabut kelapa jangan langsung diletakan pada tempat sarang tapi harus diremas-remas hingga lemas (tidak kaku) dan dipotong-potong agar kaki betina tidak terjerat oleh bahan sarang tersebut.
Nah sekian dulu yang bisa kami bagikan, selalu kunjungi website kami untuk mendapatkan info yang lebih banyak.
Tim Kicau
www.klikpetshop.com

Penyebab Skabies Kelinci dan Penanganannya

Skabies atau gudik merupakan penyakit yang sering terjadi pada kelinci bahkan tak jarang mengalami kematian apabila tidak ditangan dengan tepat dan cepat. Penyakit scabies sendiri disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabei . Tungau ini berukuran sangat kecil sekitar (300–600 mikro) x (250-400 mikro),  untuk melihat dengan jelas  bisa menggunakan mikroskop. Tungau ini berbentuk pipih bulat dengan 8 kaki pendek.

Skabies sendiri tergolong sebagai penyakit menular ke manusia (zoonosis), sehingga disarankan untuk para pemilik kelinci lebih hati-hati dalam menangani scabies, lebih baik menggunakan sarung tangan untuk menghindari resiko yang tidak diinginkan.

Faktor pendukung penyebab timbulnya scabies adalah lingkungan. Lingkungan yang kotor tidak terurus, becek, lembab menjadi tempat paling disenangi tungau untuk tumbuh dan bekembang apalagi di musim yang tak menentu seperti ini (hujan-panas), ditambah indonesia sebagai negara tropis.

Pengobatan yang tepat tidak akan terjadi jika tidak diimbangi dengan pencegahan dari faktor lingkungan. Untuk pengobatan scabies tim www.klikpetshop.com telah bekerjasama dengan perusahaan obat untuk menyediakan kebutuhan pengobatan kelinci anda. Obat-obatan ini telah teruji dan dipraktekan dibeberapa peternakan kelinci.obat skabies tetes dan obat skabies injeksi

Seperti yang disebutkan tadi tidak ada gunanya pengobatan tanpa pencegahan, karena apabila sudah berhasil diobati namun tidak dilakukan pencegahan maka tungau akan muncul kembali. Diberikan pengobatan tanpa menjaga kebersihan, kelembapan kandang adalah hal sia-sia. Oleh karena itu dibutuhkan pengobatan dan pencegahan untuk menuntaskan scabies.

Author Tim Kesehatan Hewan www.klikpetshop.com

Menilik Burung sebagai Hewan Peliharaan

Menilik Burung sebagai Hewan Peliharaan (pets)

Hewan peliharaan adalah hewan yang memang sengaja dipelihara oleh manusia sebagai hiburan dikala stress ataupun sebagai hobbi. Hewan peliharaan atau sering dikenal dengan istilah pets Biasanya identik dengan anjing dan kucing. Dewasa ini hewan peliharaan berkembang spesiesnya, maksudnya tidak hanya anjing dan kucing saja yang dipelihara, ada juga kelinci, reptil dan burung. Iya Burung Sebagai hewan peliharaan sudah sangat digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Banyak sekali penghobiis tersebar dari ujung barat hingga ke timur di Indonesia ini.

Burung sebagai hewan peliharaan (pets) merupakan suatu bentuk apresisasi manusia terhadap karya kecil dari Tuhan ini. Burung yang sering dijadikan hewan peliharaan antara lain love bird, kenari, pleci, murai dan masih banyak lainnya bahkan burung hantu saat ini juga menjadi hewan peliharaan. Banyaknya lomba kicauan di berbagai daerah Indonesia semakin meningkatkan minat masyarakat terhadap burung.

Perawatan Burung sendiri tergolong susah-susah gampang, karena apabila kita hanya hobby memelihara  saja tentu biaya yang dikeluarkan lebih sedikit daripada burung yang dijadikan master kicauan untuk ajang kontes. Tak main-main, biaya yang dikeluarkan untuk perawatan burung ini tiap bulannya mencapau jutaan. Asalkan burpet (Burung pets) ini sehat, bisa berkicau indah dan lantang , semua biaya perawatan dari pemiliknya akan terbayar .

Menilik soal harga, tidak bisa dianggap remeh meskipun rata-rata harga burung ratusan ribu dan jutaan namun khusus untuk burung yan sering menjadi juara ajang kontes harganya bisa mencapai puluhan juta bahkan lebih. Harga inilah yang menyebabkan para pemiliknya ekstra keras merawat burung kesayangannya.

Untuk itulah tim www.klikpetshop.com menyediakan obat dan multivitamin burung terbaik untuk menunjang kesehatan dan stamina burung peliharaan Anda. multivitamin burungKedepannya tim www.klikpetshop.com akan memproduksi  suplemen burung dengan racikan terbaik di bawah pengawasan dokter hewan. Salam sukses.

Tim Kicau dibawah pengawasan Dokter Hewan  www.klikpetshop.com

Tuliisan orisiinil dari www.klikpetshop.com mohon cantumkan sumber jika ingin di copy. Terimakasih.